Taleforge logo

Ice Cream You Scream

by Teca | Score: 2300

Evan sedikit limbung ketika kakinya merasa menginjak sesuatu yang semestinya tidak untuk diinjak. Rasanya terlalu lunak dan lengket. Ia angkat gitarnya ke atas kepala. Dalam kondisi apapun, keselamatan gitarnya adalah nomor satu.

"Hei," panggil Evan kepada Winter. Gadis itu mematung sejauh seratus meter di depannya dan tampak tidak punya rencana untuk bergerak. "Siapa namamu tadi? Winter? Ya, benar namamu Winter karena aku ingat ketika kau menyebut namamu aku langsung membayangkan boneka salju. Tapi kita mestinya tidak membahas itu sekarang."

Evan mengangkat sebelah kakinya dari cairan padat dan lengket yang membenam kakinya hingga betis, kemudian melangkah ke depan beberapa kali.

"Hei! Bukannya seharusnya kau memberiku sedikit penjelasan mengenai tempat ini? Kau yang membawaku ke sini." Evan dapat merasakan nuansa dingin di kulitnya. "Astaga, ini apa sih? Aku seperti ada di kubangan es krim."

"Ini memang kubangan es krim." Akhirnya Winter buka suara, namun justru bukan itu yang ingin Evan dengar saat ini. Dia butuh sesuatu yang lebih masuk akal. Bukan sesuatu seperti kubangan es krim.

"Apa aku bermimpi? Hei, sepertinya aku sedang ada di awan mimpi milikmu."

Winter membalik badannya, menampilkan wajahnya yang jauh dari dugaan Evan, tampak berbinar dan senang? Tunggu, apa itu ekspresi yang tepat untuk suasana saat ini?

"Kau... Aku baru lihat kau senyum!"

Dan tanpa bisa Evan sangka, Winter tiba-tiba berteriak

Completed challenges

The following challenges were completed during the writing exercise:

Begin Start typing to begin
Words Reach 50 words
Words Reach 100 words
Event War is declared
Character A somber astronomer
Words Reach 200 words

This story was written using Taleforge, the free writing exercise app powered by The Story Shack. Curious? Try it yourself.

Share and read

Show it to the world.

Challenge others

Same prompts. Different stories?