Taleforge logo

Father

by Teca | Score: 2050

Mendengar kata penjara selalu membuatku merinding. Aku selalu merasa penjara adalah tempat paling sepi di dunia. Kau masuk dan meninggalkan sesuatu yang penting di luar sana. 

Ayah adalah satu-satunya orang di hidupku dan satu-satunya orang  yang pernah masuk penjara yang pernah kukenal. Bukankah seharusnya aku malu untuk mengatakan ini? Tidak. Ayah di penjara untuk sesuatu yang tidak ia lakukan.

"Ayah sehat?" hari ini adalah hari kunjunganku ke penjara untuk menemui Ayah. Setiap tanggal 15 tiap bulan. 

"Sehat," jawabnya, tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu pelan. "Bagaimana pekerjaanmu? Apa kau menyukai pekerjaanmu menjadi Pemadam Kebakaran?"

Aku tersenyum menunduk. Tidak sengaja melihat salah satu buah baju Ayah yang lepas. "Ayah tahu, itu cita-citaku."

Ayah tersenyum sangat lebar. Mengingatkanku kepada puding susu yang sering kumakan saat Ayah belum masuk penjara. Puding yang selalu kutunggu-tunggu. Persis seperti kunjunganku ke penjara tiap bulan. 

"Ayah kemarin diminta membuat pudding. Kau tahu berapa jumlahnya?" tanya Ayah. "Satu container."

"Itu banyak sekali."

"Ayah buat untuk dibagikan ke para  narapidana lainnya."


Completed challenges

The following challenges were completed during the writing exercise:

Begin Start typing to begin
Words Reach 50 words
Event Someone goes to prison
Letter Use the letter S
Character A mature firefighter
Words Reach 100 words
Prop Include a shirt button
Prop Include a container of pudding
Letter Use the letter A

This story was written using Taleforge, the free writing exercise app powered by The Story Shack. Curious? Try it yourself.

Share and read

Show it to the world.

Challenge others

Same prompts. Different stories?